Persamaan Zidane Dengan Carlo Ancelotti Menangani Real Madrid

Persamaan Zidane Dengan Carlo Ancelotti Menangani Real Madrid – Hasil dari menjalani 3 pertandingan sepertinya jauh dari cukup untuk menilai dampak yang diberikan oleh Zinedine Zidane setelah mengambil alih kepemimpinan tim utama Real Madrid. Berdasarkan pengamatan dari strategi, susunan pemain dan juga komentas yang dikeluarkan oleh manajer asal Perancis tersebut; terlihat cukup jelas bahwa ada kemiripan dengan cara seorang Carlo Ancelotti mengelola tim Real Madrid. Mengingat Ancelotti pernah menangani tim Real Madrid yang kini diwariskan kepada Zidane; maka ada beberapa hal yang dengan mudah dapat diamati untuk menemukan persamaan di antara keduanya.

Persamaan Zidane Dengan Carlo Ancelotti Menangani Real Madrid

Persamaan Zidane Dengan Carlo Ancelotti Menangani Real Madrid

Ancelotti dan Zidane sama – sama suka dengan formasi 4 – 3 – 3 dengan pilihan pemain Gareth Bale, Karim Benzema dan Cristiano Ronaldo mengisi posisi 3 pemain depan. Keduanya lebih menyukai gelandang yang memiliki penguasaan dan passing bagus meski kurang baik dalam bertahan. Kini Zidane melakukan hal yang sama dengan memilih Luca Modric, Toni Kroos dan Isco sebagai pilihan gelandang utama. Ancelotti dan Zidane kurang suka memainkan gelandang bertahan. Meski keputusan tersebut seringkali membuat para gelandang berkarakter agresif yang dimainkan kehabisan energi karena juga diharuskan melakukan pressing untuk menekan pemain lawan jika kehilangan bola. Ancelotti pernah mengirim Casemiro ke FC Porto sebagai pemain pinjaman serta jarang sekali memainkan Asier Illaramendi karena lebih sering memainkan James Rodriguez atau Isco.

Jika Rafael Benitez memutuskan untuk memulangkan Casemiro dan memberi cukup banyak kesempatan pada pemain tersebut. Kini Casemiro belum pernah dimainkan semenjak Zidane menjadi manajer Real Madrid. Meski Zidane pernah merasakan manfaat besar dari kehadiran seorang Claude Makalele di tim nasional Perancis dan juga Real Madrid; namun sepertinya hal tersebut tidak begitu menarik bagi pendekatan Zidane dalam mengelola skuad Real Madrid saat ini. Meski Zidane sebelumnya menangani tim muda Real Madrid; namun sepertinya sang manajer kurang begitu suka memainkan pemain muda dan lebih memilih pemain yang telah matang. Hal yang sama juga dilakukan oleh Ancelotti yang meminjamkan Dani Carvajal ke Bayer Leverkusen selama 1 musim penuh sebelum memainkan pemain belakang tersebut saat berusia 21 tahun.

Zinedine Zidane juga mengeluarkan Nacho Fernandez dari tim pada 3 pertandingan terakhir. Fernandez mendapat kesempatan bermain cukup banyak dari Rafael Benitez sejak awal musim; terutama karena banyaknya cedera yang terjadi pada para pemain belakang. Lucas Vasquez yang juga sering dimainkan Rafael Benitez dari bangku cadangan; tidak lagi mendapat kesempatan bermain setelah Zidane mengambil alih jabatan manajer. Kasus lain terkait minimnya kepercayaan Zidane pada pemain muda juga dialami oleh Denis Cheryshev yang semakin sulit mendapat kesempatan bermain; terutama setelah Real Madrid mengalami diskualifikasi dari ajang Copa del Rey. Pemain muda yang mendapat kesempatan bermain di bawah kepemimpinan Zidane barulah Jese Rodriguez dan Isco; namun keduanya telah memiliki pengalaman hingga 2 setengah musim bermain di tim utama.

Pelajaran Yang Bisa Diambil Zidane Dari Kesalahan Carlo Ancelotti

Carlo Ancelotti tidak dapat dikatakan gagal sebagai manajer Real Madrid. Tahun 2014 menjadi salah satu musim tersukses Real Madrid berkat tangan dingin Carlo Ancelotti. Manajer asal Italia tersebut sukses memenangkan 4 gelar di tahun tersebut; namun ia pernah gagal memberi hasil sesuai dengan harapan manajemen klub Real Madrid. Persaingan yang ketat dengan Barcelona membuat tekanan pada posisi manajer Real Madrid menjadi sedemikian besar. Terutama setelah era Pep Guardiola di Barcelona yang mampu memenangkan beberapa gelar sekaligus dalam satu musim.

Salah satu kunci sukses Ancelotti di tahun 2014 ada pada kebijakan memainkan pemain yang sama di setiap pertandingan selama pemain tersebut dalam kondisi fit. Cedera yang dialami oleh Luca Modric dan Gareth Bale merupakan efek dari kelelahan setelah terus dimainkan oleh Ancelotti. Performa buruk dari Toni Kroos dan James Rodriguez juga diakibatkan minimnya kesempatan bermain secara reguler selama kepemimpinan Ancelotti. Mencoba melakukan rotasi guna menghindari cedera karena kelelahan merupakan pelajaran yang dapat diambil oleh Zidane dari cara Ancelotti mengelola tim Real Madrid.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *